Gb4.29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis, kebersamaan panggung, tangga berundak, tratag atau tenda fSENI TARI 254 11. Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional, kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound. Senitari nusantara merupakan suatu ensiklopedi etnis yang menyimpan .. Bidang-bidang seni seperti musik, t 0 downloads 432 Views 595KB Size. Download PDF. Permasalahan seputar pelajaran tari di sekolah umum (baca : SD, SMP, dan JURNAL SENI TARI . Download Tari Ledhek Barangan memiliki unsur dialog, drama, ibingan, serta tembang Diyogyakarta, tari ini dikenal sebagai tari klana alus, sedangkan di jawa barat, khususnya cirebon, tari ini dikenal sebagai tari klana topeng. Tari topeng klana merupakan salah satu seni tari tradisional yang berasal dan sudah mengakar cukup lama di cirebon, jawa barat. Tarian ini merupakan semacam bagian lain dari tari topeng cirebon lainnya TariKlana Alus Cangklek menggambarkan tokoh Prabu Dasalengkara dalam wayang Wong lakon Abimanyu Palakrama yang sedang jatuh cinta pada seorang wanita bernam mailyfadreetTari Klana alus merupakan tari klasik gaya Yogyakarta yang berasal dari kraton Yogyakarta. Tarian ini pada mulanya hanya digelar/eksis dan dipelajari di lingkungan istana saja. Eksistensi puncak perkembangan tari klasik pada masa pemerintahan Hamengku Buwana VIII tahun 1921. Dalam perkembangannya, tari klasik yang semula hanya 125 Tarian dari DIY Yogyakarta; 2 List tarian daerah yang sangat populer di negara Indonesia. 2.1 Tari saman dari Aceh; 2.2 Tarian kecak dari Bali; 2.3 Tari jaipong dari Jawa barat; 2.4 Tari piring khas Sumatera barat; 2.5 Tarian pendet dari Bali; 2.6 Tarian reog Ponorogo; 2.7 Tarian barong dari Bali TariJaipong merupakan salah satu tarian daerah yang berasal dari Jawa Barat. Tarian Jaipong adalah peleburan dari beberapa tradisional seperti pencak silat, ketuk tilu, wayang golek dan lain sebagainya, Tarian ini telah menjadi ikon kesenian daerah Jawa Barat. 201 Tari Alu Berasal dari Riau 202 Tari Ayam Sudur Berasal dari Riau 203 Tari nglanayang diperankan oleh Sri Suwela dari negara Parangretna. Komposisi tari nglana tersebut kemudian dipethik sebagai tari tunggal yang sekarang dikenal dengan Klana Alus Sri Suwela gaya Yogyakarta. Wayang wong bagi masyarakat Yogyakarta merupakan bentuk seni pertunj ukan kraton Yogyakarta yang sangat Volume 12 No. 1 Juli 2013 Tariklana topeng merupakan bentuk karya tari tunggal, Tari ini berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Tari klana topeng pada umumnya ditarikan oleh penari putra. Tema yang menjadi sumber tarian ini mengambil dari cerita Panji. Cerita itu tentang Raja Klana Sewandana yang sedang jatuh cinta. Berikut yang bukan merupakan informasi dari paragraf di atas adalah? D 2002 %I [Yogyakarta] : Lembaga Penelitian %L ugm92251 %A Azwar Maas, Rachman Sutan %O text/html %J text %T AMELIORASI TANAH SULFAT MASAM POTENSIAL UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PANGAN YANG DIKELOLA DENGAN SISTEM MEKANISASI %X Tanah sulfat masam potensial tersebar di daerah rawa yang masuk dalam eks wilayah Pengembangan Lahan Gambut 1 juta hektar XlO1Ng. Tarian Yogyakarta – Yogyakarta atau biasa disebut dengan Jogja menjadi provinsi yang memiliki banyak keistimewaan berbeda dengan provinsi lain di Indonesia. Jogja sangat terkenal dengan julukan kota budaya, kota pariwisata, kota pendidikan, kota seni dan masih banyak julukan lainnya. Jogja juga memiliki hidangan khas yang istimewa sekaligus lezat bahkan menjadi kegemaran banyak orang yang bukan berasal dari Yogyakarta. Selain itu, ada begitu banyak kesenian tradisional Yogyakarta yang sangat menarik seperti salah satunya tarian Yogyakarta. Daftar Nama Tarian YogyakartaTari Beksan Lawung AgengTari Golek MenakTari Rara NgigelTari KumbangTari Beksan Srikandi SuradewatiTari Golek Ayun AyunTari Arjuna WiwahaTari Satrio WatangTari Golek Sulung DayungTari AnggukTari Langen AsmoroTari Klono Rojo Tari Beksan Lawung Ageng Tarian adat Yogyakarta ini juga sering disebut dengan tari beksan lawung yang menjadi tari tradisional Keraton Yogyakarta. Tarian ini biasanya akan ditampilkan oleh 16 orang penari yang semuanya pria terdiri dari 4 orang jajar, 2 orang botoh, 4 orang pengampil, 4 orang lurah dan juga 2 orang salaotho. Dari catatan sejarah, salah satu dari tarian beksan ini diciptakan Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi antara tahun 1755 hingga 1792. Beksan terinspirasi dari kondisi kegiatan para prajurit sebagai abdi dalem raja yang secara rutin melakukan latihan watangan. Latihan watangan adalah latihan ketangkasan dalam berkuda dengan membawa sebuah lawing atau watang yakni tongkat panjang berukuran sekitar 3 meter yang bagian ujungnya tumpul dan saling menyodok untuk menjatuhkan lawan. Tarian Yogyakarta ini menjadi bentuk usaha Sang Sultan untuk mengalihkan perhatian para penjajah Belanda pada kegiatan prajurit di Keraton Yogyakarta sebab ketika itu Sultan harus tunduk dengan kekuasaan belanda. Tari Golek Menak Tari golek menak adalah salah satu tarian adat Yogyakarta yang terinspirasi dari gerakan Wayang Golek Menak dengan nilai seni yang sangat tinggi. Tarian ini juga diciptakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX karena rasa cinta dan kagumnya pada Wayang Golek Menak tersebut. Tarian ini dinamakan Golek Menak memang karena terinspirasi dari pertunjukan wayang sehingga gerakan, alur cerita, busana dan juga tokoh para penari juga mewujudkan Wayang Golek Menak. Tari Rara Ngigel Ini merupakan tarian daerah Yogyakarta yang bercerita mengenai seorang gadis yang sedang tumbuh dewasa sehingga juga ditarikan oleh para wanita akan tetapi terkadang juga bisa dilakukan berpasangan dengan pria. Tarian ini menjadi penggabungan dari ciri khas Yogyakarta yakni lemah lembut dan juga tegas dimana dalam pertunjukannya, para penari akan memakai busana campuran antara adat budaya Jawa dengan Cina. Tari Kumbang Tari kumbang merupakan tarian dari Yogyakarta yang bercerita mengenai sepasang kumbang jantan dan betina yang sedang saling berkejaran dan beterbangan seperti sepasang kekasih lalu terbang ke bunga untuk menghisap sari bunga bersama. Kumbang jantan dan betina yang sedang memadu kasih tersebut akan diiringi dengan suasana romantis dimana ketika dipertunjukkan, para penonton juga akan diajak untuk berimajinasi dengan suasana romantis yang tercipta tersebut. Tari Beksan Srikandi Suradewati Tari beksan srikandi suradewati adalah tarian tradisional Yogyakarta yang bercerita tentang perang antar Dewi Suradewati dengan Dewi Srikandhi. Suradewati merupakan aduk dari Prabu Dasalengkara yang sangat ingin Dewi Siri Sendari untuk menjadi istrinya. Dewi Suradewari kemudian diutus untuk melamarkan Prabu Dasalengkara tersebut akan tetapi ternyata Dewi Siti Sendari sudah dijodohkan dengan Raden Abimanyu. Dari situlah akhirnya terjadi perang antara Suradewati dengan Srikandhi yang membela Raden Abimanyu yang akhirnya dimenangkan Dewi Srikandhi dan dituangkan dalam tarian ini. Tari Golek Ayun Ayun Ini merupakan tarian khas Yogyakarta yang umumnya dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan serta acara acara besar. Tarian ini bercerita tentang wanita yang sedang beranjak dewasa dan selalu bersenang senang sambil bersolek untuk mempercantik diri mereka. Tarian Yogyakarta ini biasanya akan dilakukan setidaknya 2 orang penari perempuan cantik dan anggun meski terkadang juga ditarikan lebih dari 2 orang. Gerakan yang lemah gemulai menjadi ciri khas dari tarian ini seperti sedang menyulam kain dan gerakan lainnya. Tari Arjuna Wiwaha Tarian di Yogyakarta ini merupakan tarian tradisional yang biasa ditampilkan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Ini merupakan tari yang menceritakan tentang Arjuna yang banyak terkena godaan pada saat sedang bertapa di Indrakila. Godaan tersebut dikirim dari para bidadari cantik oleh Indra yang kemudian diperintahkan untuk menggoda Arjuna agar tapa yang dilakukannya gagal. Namun dengan keteguhan hati Arjuna, para bidadari gagal untuk menggoda Arjuna sampai akhirnya Indra yang datang dan menyamar sebagai seorang Brahmana dalam kondisi tua renta. Mereka kemudian berdiskusi hingga akhirnya Indra menunjukkan jati dirinya. Tari Satrio Watang Tari satrio watang yang juga disebut dengan tari prawiro watang adalah tarian Yogyakarta yang bercerita tentang kegagahan prajurit pada zaman dulu yang mahir dan lihai ketika memakai senjata atang atau tongkat. Satrio memiliki arti prajurit atau ksatria, sedangkan watang memiliki arti tongkat yang terbuat dari kayu. Penggunaan tongkat atau watang ini menjadi ciri khas dari tari satrio watang. Ketika dipertunjukkan, tarian ini akan dilakukan pria yang gagah dan biasanya akan dipentaskan dengan berkelompok atau tunggal. Tari Golek Sulung Dayung Ini merupakan tarian khas Yogyakarta yang mengisahkan tentang seorang perempuan muda yang sangat memperhatikan penampilan diri dan selalu ingin terlihat menarik. Ini kemudian dituangkan dalam tarian dimana gerakannya terlihat seperti sedang bercermin, memakai perhiasan dan gerakan lainnya. Karakter genit dan kemayu juga menjadi ciri khas dari tarian ini. Dalam pertunjukannya, tari golek sulung dayung umumnya dilakukan para pria yang memiliki postur tubuh kecil dan berwajah feminim. Akan tetapi dengan berkembangnya wakti, tarian ini juga sudah bisa dilakukan para wanita yang dilakukan secara berkelompok atau tunggal. Tari Angguk Tari angguk merupakan tarian dari yogyakarta yang berbentuk tarian namun juga disertai dengan pantun rakyat berisi tentang kehidupan manusia mengenai tata krama, budi pekerti dan juga nasihat. Ketika ditampilkan, tarian yogyakarta ini biasanya akan diiringi nyanyian berisi kata yang diambil dari Kitab bertuliskan huruf Arab yakni kitab Tlodo yang kemudian dinyanyikan dalam lagu Jawa bergantian antara penari dan pengiring musik. Tari Langen Asmoro Tari langen asmoro adalah tarian khas yogyakarta yang mengisahkan tentang percintaan. Tarian ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sedang memadu kasih, saling jatuh cinta, mesra dan bahagia ketika sedang bersama. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam acara pernikahan agar bisa dijadikan contoh penganti untuk bisa saling berbahagia dan terhindar dari masalah. Tari Klono Rojo Tarian yogyakarta yang dinamakan kloro rojo atau klana raja bercerita tentang adegan raja yang sedang jatuh cinta pada putri cantik jelita serta mendapat inspirasi dari cerita Wayang Wong. Untuk itu ketika ditarikan akan terlihat gerakan penari yang sebagian besar diangkat dari cerita Wayang Wong tersebut. Klono rojo yang dijadikan nama tarian ini diambil dari kostum yang digunakan para penari serta ragam seorang raja yang sedang memakai mahkota. Latar Belakang Tari Klana Alus adalah jenis Tari Tunggal Putra yang menjadi bagian dari Tari Klasik Gaya Yogyakarta, sebuah hasil karya dari seorang penari dan guru tari bernama R. Soenartomo Tjondroradono Candraradana. Pada awalnya tarian ini hanya ditampilkan di dalam istana, namun seiring perkembangannya, atas izin dari Sri Sultan Hamengku Buwana VII yang ditandai dengan hadirnya organisasi kesenian Kridho Bekso Wiromo, akhirnya Tari Klasik diperkenankan untuk diajarkan serta dikembangkan diluar keraton. Tarian Klana Alus ditarikan dengan karakter dan gerak tari yang halus, adapun ciri khas dari gerakan tari ini adalah gerakan ngana atau kiprahan yang diungkapkan melalui gerak Muryani Busana. dikatakan sebagai tari yang menggambarkan keadaan seorang Raja yang sedang merindukan seorang putri, terutama tercermin pada gugusan gerak Muryani Busana yang dimaknai sebagai gerakan orang berhias dan berbusana. Gerakan Muryani Busana sangatlah mendominasi pada tari ini, yang mana lebih cenderung sebagai penggambaran orang yang sedang berhias diri. secara garis besar tari ini dibagi menjadi tiga bagian yakni Maju Gending, Kiprahan dan Mundur Gending. Secara keseluruhan gerakan tari terlihat lebih ekspresif dan dinamis dengan irama yang terdiri dari beberapa irama, diantaranya adalah irama satu dan irama dua. Iringan”klana alus” biasanya gendhing ”cangklek laras slendro palet 9. Tari Klana Alus, di samping berfungsi sebagai tontonan yang berarti memberi hiburan, rasa senang, dan kenikmatan, juga memberi makna tersendiri. Ditilik dari namanya, tari Klana Alus diilhami oleh seorang raja yang sedang merindukan seorang putri dan ditarikan oleh laki laki. Kerinduan dengan seorang putri tercermin dalam gerakan muryani busana yang meliputi ragam miwir rikmo, ngilo asta dan sebagainya. Gerakan miuryani busan adalah gugusan gerak yang mempunyai makna/isi orang berhias dan berbusana, mulai dari memakai pakaian sampai mengenakan asesoris. Apabila dilihat dari struktur geraknya, tari Klana Alus didominasi oleh gerak muryani busana. Penggambaran gerak muryani busana di dalam tari Klana Alus ternyata tidak hanya sekedar meniru orang yang sedang mengenakan pakaian, tetapi lebih menekankan pada penggambaran orang yang sedang berhias diri. Lokasi Tari Klana Alus dipentaskan di Kraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman Akses Kraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman dapat dengan mudah diakses dengan menggunakan bus TransJogja, kendaraan umum dan kendaraan pribadi Waktu Pelaksanaan Pagelaran ini dapat disaksikan setiap hari di Kraton Yogyakarta pukul sampai WIB, sedangkan di Puro Pakualaman